Giri Menang (Suara NTB) – Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan tidak boleh ada investasi di NTB yang tidak mengakomodir masyarakat lokal. Hal itu disampaikan saat meninjau galangan kapal PT Dukuh Raya di Desa Labuan Tereng, Kecamatan Lembar, Lombok Barat Jumat, 9 Desember 2022. “Tidak boleh ada investasi yang tidak mengakomodir masyarakat lokal. Karena tujuannya kan untuk mensejahterakan masyarakat sekitarnya,” kata Rohmi.
Dicontohkan Rohmi, salah satunya PT Dukuh Raya. Perusahaan galangan kapal tersebut mampu eksis sampai saat ini karena telah mengakomodir masyarakat setempat sebagai pekerjanya. “Dan kita contoh juga PT Dukuh Raya, bahwa gak perlu tembok tinggi-tinggi, tapi bagimana merangkul masyarakat lokal untuk bekerja di sini,” lanjut Wagub.
PT. Dukuh Raya sendiri saat ini mampu mengakomodir hampir 70 persen pekerjanya berasal dari masyarakat lokal. Didirikan sejak tahun 1994 oleh H. M. Arifin, mula-mula menajemen perusahaan ini didominasi oleh orang luar, seperti Jakarta. Tetapi masyarakat lokal terus belajar dan ditraining, hingga kemudian terciptalah keahliannya. Mulai dari tukang las, ahli baling-baling, ahli pengecatan dan berbagi bidang lainnya.
NTB saat ini sangat sarat dengan penyelenggaraan event-event nasional dan internasional. Dengan banyaknya tamu luar yang datang, konektiviatas tentu menjadi padat. Ia berharap industri galangan kapal di NTB terus maju. “Otomatis dengan banyaknya orang yang datang, maka konektiviatas semakin padat. Semoga semakin berkualitas dan bisa melayani servis dengan baik,” harap Rohmi.
Selain itu, kata Rohmi, faktor kenyamanan dan keamanan sangat dibutuhkan sebagai magnet untuk memancing tamu luar. Faktor kerukunan umat bergama menjadi tolak ukurnya. Meski Provinsi NTB mayoritas muslim 90-an persen, penganut agama lain juga sangat toleran dalam beragama. “Kita hidup dalam kerukunan yang sangat baik. Ini jadi modal utama,” pungkasnya.
Direktur Utama PT Dukuh Raya, H. Agus Salim Rabang menuturkan, galangan kapal PT Dukuh Karya ini menerima service setiap bulannya sebanyak lima kapal. Bukan hanya kapal yang yang berasal dari NTB saja, tetapi dari luar juga. “Terdiri dari 8 lintasan very, dari Banyuwangi hingga Kupang,” kata Agus. Service yang diterima pun variatif, mulai dari pergantian plat, pengecetan, pergantian viva, hingga service mesin.
Tahun depan, lanjutnya, perusahaan galangan kapal ini akan menyerap sekitar 300 pekerja lokal lagi untuk ditempatkan di semua bidang. Ia berkomitmen untuk terus mengembangkan galangan kapal PT Dukuh Karya. Turut hadir dalam kegiatan ini, Kadis Perhubungan, H. L.M. Faozal, Ketua Umum DPP Iperindo, Ir. Anita Puji Utami beserta Jajaran, Dirut PT Dukuh Karya, H. Agus Salim Rabang dan jajatan, Ketua Penasihat Iperindo. (bul)

